BatuanSedimen sendiri dibagi menjadi 2 brur, ada Batuan Sedimen Klastik dan Batuan Sedimen Non Klastik. Mari kita bahas satu persatu Bentar, sebelum masuk ke sedimen, gua mau nagsih tau tentang petrologi itu sendiri, ok Petrologi adalah bidang geologi yang berfokus pada studi mengenai batuan dan kondisi pembentukannya. Ada tiga cabang
Batuansedimen terbentuk di atau dekat permukaan bumi. Batuan yang terbentuk dari partikel sedimen yang terkikis disebut batuan sedimen klastik, yang terbentuk dari sisa-sisa makhluk hidup disebut batuan sedimen biogenik, dan yang terbentuk oleh mineral yang mengendap dari larutan disebut evaporit. 01. dari 24.
BatuanSedimen Non-Klastik a. Limestone (Batu Gamping) Gambar : Batu Gamping Limestone atau batu gamping adalah batuan sedimen yang memiliki komposisi mineral utama dari kalsit (CaCO3). Teksturnya bervariasi antara rapat, afanitis, berbutir kasar, kristalin atau oolit.
Sedimennon-klastik yang utama adalah batu gamping atau dolomit. Batuan non- klstik sebagai hasil evaporit (menguap), antara lain batu garam, denhidrit, dan gypsum, sedang dari unsur organik adalah batu bara. Contoh batuan sedimen kimiawi (non-klastik) antara lain travertin, stalagmit dan stalaktit.
Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd. 0% found this document useful 0 votes3K views11 pagesDescriptionBatuan sedimenCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes3K views11 pagesBatuan Sedimen Non KlastikJump to Page You are on page 1of 11 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 10 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
100% found this document useful 2 votes7K views10 pagesDescriptionsedimen non klastikCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 2 votes7K views10 pagesBatuan Sedimen Non KlastikJump to Page You are on page 1of 10 You're Reading a Free Preview Pages 5 to 9 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Tahukah kamu jika lempung termasuk dari jenis batuan? Ya, lempung yang biasa digunakan untuk pembuatan gerabah termasuk salah satu jenis batuan endapan. Apakah kamu tahu contoh batuan sedimen lainnya? Hem.. untuk lebih jelasnya, yuk ikuti ulasan tentang klasifikasi batuan sedimen dan contoh batuan endapan Isi1 Pengertian Batuan Sedimen2 Ciri-ciri Batuan Sedimen3 Proses Pembentukan Batuan Litifikasi dan Transportasi Material Sedimen4 Klasifikasi Batuan Batuan sedimen Batuan sedimen Batuan Sedimen Batuan Sedimen Organik5 Contoh Bantuan Batu Batu Batu Batu Batu Batu Batu Batu Batu Batu BaraPengertian Batuan Sedimensumber sedimen adalah batuan yang terbentuk karena adanya penyatuan dan pembatuan dari serpihan batuan litifikasi. Kebanyakan batuan endapan hasil proses pelapukan dan erosi dari batuan sebelumnya. Sebagian lagi merupakan tumpukkan dari abu vulkanis, bahan-bahan organis, meteroit, dan mineral-mineral yang terbawa pelapukan batuan terjadi melalui pelapukan fisik maupun kimia. Proses pelapukan dan transportasi dilakukan oleh media air dan angin. Proses deposisi terjadi jika energi transpor sudah tidak mampu lagi mengangkut partikel tersebut. Material batuan endapan terdiri dari berbagai jenis ukuran partikel, ada yang halus, kasar, berat, dan juga Vulkanisme Serta Dampaknya Terhadap KehidupanCiri-ciri Batuan SedimenCiri-ciri fisik yang umum dalam struktur batuan endapan adalahBerlapis, batuan endapan membentuk lapisan antara batuan yang satu dengan yang lainnya. Biasanya, antar batuan itu direkatkan oleh matrik sepertimateri silikon oksida. Bidang perekat ini biasa disebut bidang yaitu ciri batuan endapan yang dilihat dari ukuran butir, bentuk, dan susunan fragmen pembentuk batuan endapan. Secara umum, terbagi menjadi dua yaitu klastik dan non gelombang, terjadi akibat gerakan arus air pada permukaan lapisan batuan. Biasanya terjadi di pantai atau lapisan batuan endapan sering memperlihatkan warna yang berlainan antara tiap lapisan yang berbeda sebagai akibat unsur kimia dalam lapisan batuan tersebut. Mangan menimbulkan warna ungu gelap, limonit menyebabkan warna kuning, dan hematit menyebabkan warna yaitu keadaan bagian dalam lebih keras dibandingkan massa batuan pembungkusnya. Biasanya komposisi seperti ini terdapat pada batuan serpih, batu gamping, dan batu geode, yaitu keadaan kongkresi batuan berbentuk bulat berlubang dan pada bagian tengah batuan terdapat deretan yaitu kondisi batuan yang terdapat sisa-sisa makhluk hidup. Beberapa batuan sedimen terbentuk karena campuran endapan organisme yang telah mati. Sisa organisme mati dan terendap bersama dengan material sedimen kemudian termampatkan sehingga membentuk batuan sedimen kerut mud crack, biasa ditemukan pada dasar perairan seperti danau, empang, sungai, ataupun pantai. Rekah kerut ini adalah lapisan batuan yang mengendap pada dasar perairan karena berat Pembentukan Batuan Sedimensumber Santoso 1985 menjelaskan pembentukan batuan sedimen melalui beberapa proses sebagai berikutpelapukan fisika dan kimia dari bahan induk,transportasi hasil-hasil pelapukan oleh air, es, angin ataupun gravitasi,deposisi bahan tersebut pada basin sedimen, danpemadatan dan sementasi menjadi batuan yang Soetoto 1981 menjelaskan jika lithifikasi dapat disebabkan oleh proses-prosesPerekatan comentation. Materi SiO2, Fe2O3 atau CaCO3 berfungsi sebagai perekat/ compaction.desikasi desication, keluarnya air dari pori-pori dankristalisasi crystalization.Batuan sedimen terbentuk dari batuan-batuan yang telah ada yang mengalami pelapukan, dorongan oleh air, pengikisan, diagnesa, transportasi dan litifikasi. Batuan ini mengendap pada bagianbagian yang lebih rendah dibandingkan batuan tahapan pembentukan batuan sedimenPelapukanPelapukan merupakan peristiwa perusakan batuan karena pengaruh cuaca, kimia, ataupun organisme. Peristiwa pelapukan menghasilkan keping-keping batuan yang hancur menjadi butiran yang lebih kecil. Sehingga, hasil pelapukan larut dalam air akan diperoleh materi disebut merupakan peristiwa pengikisan batuan, tanah yang disebabkan oleh kekuatan arus air, angin, es, pengaruh gaya gravitasi, dan organisme. Erosi tidak sama dengan pelapukan. Pelapukan merupakan proses penghancuran mineral batuan dengan proses kimiawi maupun fisik, sedangkan erosi karena pengaruh kekuatan alir angin, air, ataupun merupakan peristiwa pengangkutan material sedimen dari satu tempat ke tempat lain melalui media aliran dan material tersebut berhenti terendapkan di suatu tempat. Media fluida ini bisa melalui gravitasi, air, es, dan batuan sedimen merupakan batuan lunak tidaklah keras, akan tetapi karena proses diagenesa maka batuan lunak berubah menjadi sedimen baik terbentuk secara kimia ataupun organik memiliki kesamaan yaitu merupakan akumulasi dari larutan materi endapan. Selain itu, ada pula jenis batuan sedimen yang sebagian besar mengandung bahan-bahan tidak larut, misalnya endapan puing pada lereng pegunungan hasil pelapukan karena penyinaran matahari, ataupun kikisan ini disebut eluvium dan disebut alluvial jika dihanyutkan oleh air. Sifat utama dari batuan sedimen adalah berlapis-lapis. Sebaiknya, batuan sedimen kebanyakan diendapkan secara mendatar sehingga batuan paling muda terdapat pada lapisan dan DiagnesisLitifikasi atau pembatuan adalah proses perubahan material sedimen menjadi batuan sedimen yang kompak. Misalnya, pasir mengalami litifikasi menjadi batu pasir. Sedangkan diagenesis adalah proses lanjutan litifikasi dengan ciri utama mengubah tekstur dan mineralogi terjadi pada suhu dan tekanan yang tinggi dibandingkan kondisi saat pelapukan. Namun berbeda dengan proses metamorfosis batuan. Terdapat tiga macam proses diagenesis, yaitu proses kimia, fisika, dan diagenesis dimulai dari kompaksi, rekristalisasi, pelarutan, sementasi, autigenisasi, replacement, dan bioturbasi. Secara umum diagenesis dikenal sebagai proses kompaksi atau pemadatan material sedimen menjadi batuan keras, misalnya larutan besar proses diagenesis terjadi di dasar samudra. Beberapa material mengendap secara langsung dan reaksi-reaksi kimia seperti oleh garam Selain itu, ada pula terdapat bahan organik pada batuan, berupa jasad renik, baik tumbuhan maupun diagnesa berperan dalam menentukan karakteristik batuan sedimen. Proses diagnesis akan menyebabkan perubahan material sedimen. Perubahan yang terjadi meliputi perubahan fisik, kimia, dan proses yang terjadi pada tahap diagnasis, yaituKompaksi, tahap ini akan terjadi karena penambahan beban. Kompaksi terjadi jika adanya tekanan penambahan beban. Baban itu akibat penumpukkan material sedimen yang berada di merupakan mineral baru pada batuan sedimen pada proses diagenesis. Mineral autigenik biasanya ditemukan pada batuan karbonat, silika, klastika, illite, gipsum, dan beberapa mineral yaitu proses pergantian mineral sedimen tanpa pengurangan volume. Contoh, proses perubahan mineral karbonat ataupun fosil menjadi yaitu pengkristalan kembali mineral dari pelarutan material endapan selama Solution, yaitu adanya larutan pada bagian dalam batuan sehingga menyebabkan batuan sedimen juga Materi Lapisan LitosferTransportasi Material SedimenMaterial endapan dapat diangkut dengan tiga cara, yaituSuspension, ini pada umumnya terjadi pada material sedimen yang berukuran sangat kecil seperti lempung sehingga dapat diangkut dengan mudah oleh aliran fluida air dan angin.Bed load, cara bed load terjadi jika material endapan cukup besar seperti pasir, kerikil, kerakal, bongkah sehingga gaya yang ada pada fluida yang bergerak dengan kecepatan cukup tinggi. Sehingga mampu memindahkan partikel yang besar pada dasar cara pengangkutan ini yaitu aliran fluida yang melomcat-loncat dan mengepul, kemudian mampu mendorong dan mengangkut material sedimen. Sampai akhirnya, gaya gravitasi mengembalikan sedimen pasir tersebut ke proses pengendapannya, klasifikasi batuan sedimen dibagi menjadi batuan sedimen klastik, batuan endapan kimiawi, dan batuan endapan sedimen klastikBatu Konglomerat sumber ini memiliki susunan kimia yang sama dengan susunan kimia materi sedimen pembentuknya. Proses pembentukan batuan mengalami penghancuran secara mekanik tanpa proses perubahan kimiawinya. Batu yang besar mengalami kehancuran dan menjadi partikel lebih kecil. Pecahan batu ini terangkut oleh air hujan, angin,longsor atau berguling-guling masuk ke dalam sungai mampu menghancurkan batu besar bom menjadi pasir, kerikil, lumpur serta mengendapkan di tempat lain. Contoh batuan klastik adalah batu konglomerat. Pembentukan batuan karena angin, air, atau es ini disebut juga sedimen jenis batuan sedimen klastik batu gamping, batu pasir, batu lempung, batu breksi, batu konglomerat, batu tilit, argillaceous serpih lempung, batu lanau, arenaceous batu pasir serpih, arkosa batu pasir feldspar, dan carbonaceous serpih gamping.Batuan sedimen Non-KlastikBatu Gamping sedimen non-klastik terbentuk selain melalui proses penghancuran mekanik, bisa secara kimiawi ataupun sedimen Sedimen KimiawiBerbeda dengan jenis batuan sedimen klastik, batuan ini terbentuk melalui proses kimia. Tahapan proses kimia adalah pelarutan, penguapan, oksidasi, dehidrasi, dan sebagainya. Sehingga struktur kimia batuan endapan ini berbeda dengan materi sedimen pengendapan secara kimiawi, seperti; batu kapur. Hujan yang mengandung karbon monoksida terjadi di gunung kapur kemudian air hujan meresap ke dalam retakan halus batu gamping CaCO3.Batu kapur larut dengan air hujan menjadi larutan air kapur CaHCO32 sampai ke atap gua kapur. Tetesan air kapur ini akan membentuk stalaktit bagian atas atap gua dan stalagmit di bawah gua. Kedua bentuk batuan kapur ini disebut batuan endapan Sedimen OrganikBatuan sedimen organik berbeda dengan jenis batuan sedimen klastik. Batuan sedimen organik terbentuk karena sebagian material organik seperti ranting, daun, bangkai binatang atau hasil uraian dekomposer tertimbun di dasar Jenis batuan SedimenCara pembentukanSifat utamaContoh Batuan Sedimen lepasContoh Batuan Sedimen padatMekanikBatuan psefitikTalusKerikilBreksiKonglomeratBatuan psimitik bersifat pasirPasirflagstone, graywacke, arkose, batu pasir,Batu pelitik bersifat lempunglempungBatuan lempung, serpihMengandung gampingBatuan koral pasir globigerinaBatuan gampingOrganikMengandung silisiumLumpur radiolarian, tanah diatomeaBatuan mengandung radiolaritMengandung karbonGambutBatu bara muda lignit, dan batu bara antrasitMengandung besiBijih besilimonitMengandung fosfatGuanoFosforit breksiKimiawiMengandung gampingCaCO3 yang mengendap menjadi CaCO3. MgCO3Batuan gamping dolomitMengandung besiHidrosol Fe2O3Batu besi lempungMengandung silisiumGel SilisiumBatu api, sinter, yasperKlasifikasi batuan sedimen berdasarkan tenaga pengangkutnya dan tempat terjadinya yaituBatuan endapan aerik aeolis, dibentuk karena proses angin, seperti; tanah los, tuf, dan pasir di endapan glasial, dibentuk karena adanya gletser, seperti; endapan aquatik, karena dibentuk oleh air, seperti; batu pasir, batu lempung dan endapan marin yang dibentuk oleh air laut, seperti batu pasir. Batuan sedimen marine dibagi menjadi dua bagian yaitu ferrigen dan pelagie. Ferrigen ialah sedimen di laut yang berasal dari hasil pelapukkan dan transportasi daratan. Pelagie adalah sedimen di dasar laut yang berasal dari organisme yang sudah mati di endapan fluvial, pengendapan air di sungai oleh aliran air. Di sini akan terbentuk endapan aluvium endapan alluvialBatuan endapan kostal, pengendapan yang terdapat di pantai yang terbentuk dari campuran daratan maupun lautan, mengendap berupa delta, lagoria dan Bantuan Sedimensumber BreksiBatuan breksi memiliki perekat sementasinya pun kasar dengan ukuran 2-256 milimeter. Material sedimen breksi terdiri dari campuran dari kuarsit, rijang, granit, batu gamping, kuarsa, dan KonglomeratBatuan konglomerat mirip dengan batu breksi, yaitu memiliki ukuran butir 2-256 milimeter. Campuran sedimennya antara lain batu kerikil, kuarsa, tijang, granit, dan PasirBatu pasir sand stone terbentuk dari sementasi dari butiran pasir yang terbawa aliran angin, sungai, dan ombak kemudian terakumulasi pada suatu ArkoseArkose adalah batu pasir yang memiliki kandungan feldspar lebih dari 25%.Batu GraywackeBatu greywacke merupakan salah satu jenis batuan pasir yang kandungan lempung lebih dari 15%.Batu LanauBatu lanau memiliki butiran yang berukuran sedang, antara batu pasir dan batu serpih. Komposisi dari mineral-mineral kuarsa, lempung, klorit, opal, kalsedon, dan bijih LempungBatu lempung memiliki ciri khas yaitu mudah dibentuk, plastis, dan mudah KapurBatu kapur atau batu gamping adalah batuan sedimen yang memiliki komposisi mineral utama dari kalsit dengan rumus kimia CalcilutitBatu calcilutit terbentuk jika ukuran butiran calcarenit menjadi lebih kecil dan mengalami BaraBatu bara merupakan batuan endapan yang terbentuk dan pemampatan material yang berasal dari sisa tumbuhan baik itu daun, dahan, ranting, maupun akar. Teksturnya berlapis, amorf, dan juga Siklus Batuan Beserta PenjelasannyaDemikian penjelasan seputar batuan endapan, baik klasifikasi batuan sedimen, contoh jenis batuan sedimen, batuan sedimen klastik, batuan sedimen nonklastik, dan proses pembentukkannya. Semoga bisa menambah wawasan kamu ya seputar batuan Harmanto. 2016. Geografi untuk SMA/MA Kelas X. Bandung Penerbit Yrama 2010. Handout Geologi Lingkungan Batuan, Mineral, dan Batu Bara. Bandung UPIZuhdi, Muhammad. 2019. Buku Ajar Pengantar Geologi. Duta Pengantar Ilmu Lombok
Batuan sedimen merupakan salah satu dari jenis jenis batuan penyusun lapisan bumi yang mudah di temukan di lapisan tanah bagian atas. Menurut Ganesa, berdasarkan kesertaan proses transportasinya, batuan sedimen dikelompokkan menjadi dua yakni batuan sedimen klastik dan non klastik. Apa yang dimaksud batuan sedimen klastik? Berikut adalah penjelasan lengkap tentang pengertian, proses pembentukan dan contoh batuan sedimen batuan sedimen klastikKata klastik’ merupakan bahasa Yunani yang mempunyai arti jatuh’. Menurut Pettjohn 1975, batuan sedimen klastik adalah batuan sedimen yang terbentuk dari pengendapan kembali detritus atau pecahan batuan asal yang berupa batuan metamorf, batuan beku, atau batuan sedimen itu sendiri. Pengertian lain dari batuan sedimen klastik adalah jenis batuan sedimen batuan endapan yang dihasilkan dari proses sedimentasi batuan beku atau material padat lain yang mengalami pelapukan sedimen klastik juga dapat diartikan sebagai batuan yang diperoleh dari perubahan ukuran atau hancurnya batu besar menjadi batu kecil secara mekanik sehingga sifat kimiawi batu tersebut masih sama dengan batuan asalnya. Untuk memahami hal tersebut, dapat diambil contoh pelapukan batuan gunung. Batu gunung yang berukuran besar hancur karena proses pelapukan batuan. Hasil pelapukan tersebut adalah batu- batuan kecil yang kemudian terbawa oleh aliran air sehingga mengendap di sungai sebagai batu Pembentukan BatuanProses terbentuknya batuan sedimen klastik di awali dengan pelapukan batuan sedimen itu sendiri maupun jenis- jenis batuan lain. Hasil pelapukan berupa fragmen yang terbawa oleh aliran air kemudian diendapkan di sungai, danau atau rawa. Pengendapan tersebut berlangsung secara mekanis yang terbagi menjadi 2 jenis menurut ukuran butiran batu. Batuan yang memiliki ukuran besar terjadi akibat proses pengendapan langsung setelah peristiwa erupsi gunung berapi. Pengendapan langsung ini terjadi di lingkungan sungai, danau atau laut yang berada di sekitar gunung berapi. Batuan yang terbentuk akan dikategorikan dalam batuan detritus kasar. Sedangkan batuan yang berukuran kecil terbentuk akibat proses pengendapan yang terjadi di zona laut dangkal maupun laut proses pengendapan, batuan sedimen akan mengalami diagenesa. Disebut diagenesa karena proses- proses yang akan terjadi pada meterial endapan berlangsung pada suhu yang rendah, baik selama litifikasi maupun sesudahnya. Diagenesa ini bertujuan untuk membuat material endapan menjadi batuan yang keras. Tahapan dari diagenesa meliputi Kompaksi sedimen – Pada tahap diagenesa yang pertama ini, material sedimen akan dimampatkan satu dengan yang lain. Pemampatan tersebut terjadi akibat adanya tekanan berupa beban berat yang berasal dari atas material sedimen. Setelah dimampatkan, volume material sedimen akan menurun, sedangkan kerapatan antar butiran menjadi semakin – Dalam tahap kedua yang disebut dengan sementasi, material yang berada di antara rongga butir sedimen akan mengendap dan mengikat butiran sedimen yang – Tahap ini merupakan proses pengkristalan ulang suatu mineral. Mineral tersebut diperoleh dari proses pelarutan material sedimen sebelum maupun sesudah – Pada tahap autigenesis akan dibentuk mineral yang merupakan partikel baru pada suatu sedimen. Mineral tersebut berupa silika, karbonat, gypsum, klorita dan lain – Tahap yang terakhir adalah metasomatisme, yakni bergantinya material sedimen tanpa disertai penurunan volume material Batuan Sedimen KlastikTerdapat banyak contoh batuan sedimen klastik baik yang berukuran besar maupun berukuran kecil. Berikut adalah contoh dari batuan sedimen klastik beserta batuan sedimen klastik yang pertama adalah batu konglomerat. Batu ini memiliki struktur butiran yang kasar dengan ukuran fragmen berkisar antara 2 – 256 mm. Bantuk fragmen konglomerat yaitu kebulat- bulatan. Bentuk tersebut merupakan akibat dari adanya proses transport pada mineral- mineral penyususnnya. Konglomerat tersusun dari beberapa mineral seperti granit, rijang, kuarsa dan lain- lain. Mineral- mineral penyusun konglomerat tersebut bisa saja hanya sejenis, dan bisa juga batuan sedimen klastik yang kedua yaitu batu breksi. Butiran pada batu breksi bersifat coarse. Hal tersebut karena mineral- mineral penyusunnya terdiri dari kuarsa, kuarsit, granit, rijang dan batu gamping. Ukuran fragmen breksi hampir sama dengan ukuran fragmen konglomerat, yakni dikelompokkan dalam ukuran batu kasar. Hanya saja, fragmen breksi berbentuk runcing dan memiliki sudut, sedangkan konglomerat berbentuk bulat. Fragmen breksi berasal dari akumulasi fragmen yang terkumpul dan mengendap pada dasar lereng. Fragmen tersebut juga bisa diperoleh dari hasil material longsoran yang mengalami pasirContoh yang ketiga yakni batu pasir yang juga disebut dengan istilah standstone. Batu pasir termasuk batu dengan ukuran butiran kecil, yakni ukuran matriksnya hanya berkisar antara 0,1 – 2 mm. Komposisi batu pasir bermacam- macam. Ada yang tersusun dari bijih besi, pecahan batu sabak, klorit, riolit dan batu basal. Ada juga yang tersusun dari mineral kuarsa dan feldspar yang keberadaannya mudah ditemui di lapisan kulit pasir didominasi oleh warna gelap seperti abu- abu, coklat dan merah. Tetapi ada juga yang berwarna terang, misalnya batu pasir berwarna putih atau kuning. Batu pasir biasanya banyak ditemukan di daerah ekosistem pantai. Batu- batu tersebut terbawa arus gelombang laut dan hembusan angin serpihContoh keempat adalah batu serpih atau shale. Seperti halnya batu pasir, batu serpih juga mempunyai ukuran butiran yang kecil matriks bahkan sangat halus. Begitu halusnya hingga mineral penyusunnya sulit untuk diteliti. Meski demikian, para ahli dapat mengidentifikasi beberapa mineral yang ada pada batu serpih, diantaranya adalah kaolit, smektit, illite, oksida besi, karbonat, kuarsa, sulfida dan bahan organik. Bahan organik yang menyusun batu serpih mempengaruhi warna batu tersebut. Batu serpih yang mengandung bahan organik akan berwarna gelap yakni dari abu- abu hingga hitam. Selain itu, batu serpih juga ada yang berwarna terang seperti merah dan kuning. Warna cerah tersebut dikarenakan batu serpih terbentuk di tempat yang banyak mengandung lempungContoh batu sedimen klastik yang terakhir dalam pembahasan ini adalah batu lempung. Batu ini tersusun dari mineral silika, alumina, kaolin, vermikulit, haloisit dan lain- lain. Ukuran mineralnya juga sangat kecil seperti batu serpih, yakni kurang dari 2 mm. Terdapat dua jenis batu lempung yakni lempung residu dan lempung letakan. Batu lempung banyak dimanfaatkan untuk pembuatan keramik, gerabah, genteng dan juga sebagai bahan baku pembuatan semen portland.
batuan sedimen non klastik adalah